| |
|
People’s Speakout on the Right’s Migrants in ASEAN
Jakarta (3/5). Rakyat bicara hak-hak buruh migran di ASEAN merupakan rangkaian kegiatan kebudayaan yang menampilkan pembicara dari berbagai organisasi massa, organisasi buruh migran, anggota legislatif, dan organisasi/aktifis dari Indonesaia dan luar negeri.
Lanjut
|
|
| |
|
|
| |
Pengumuman Pemenang Lomba Fotografi Mahasiswa Laki-Laki Baru
detil >>
|
Diskusi Laporan HRW: “Menegakkan Moralitas: Pelanggaran dalam Penerapan Syariah di Aceh
detil >>
|
Undangan Pelatihan Jurnalistik Untuk Pemula
detil >>
|
| Lihat seluruh agenda >> |
|
| |
|
| |

|
| |
|
|
 |
| |
Wednesday, 04 May 2011
Savitri, Perjuangan dan Kesetiaan
Jurnalis: Kiki Febriyanti
Epos tentang Srikandi, Drupadi, atau Shinta mungkin sebagian dari kita sudah banyak yang pernah mendengarnya. Bagaimana dengan Savitri? Ya, Savitri sebenarnya merupakan salah satu bagian dari kisah kecil dalam epos Mahabarata. Kisah tentang Savitri diangkat lewat pagelaran tari oleh Retno Maruti dalam rangka peringatan 35 tahun sanggar Padnecwara di Gedung Kesenian Jakarta pada 30 April dan 1 Mei 2011. lanjut >>
Kategori:
|
-----------------------------------------------------------
|
Tuesday, 26 April 2011
Politik Perempuan, Politik Harapan
Jurnalis: Kiki Febriyanti
Ani Widyani Soetjipto pada pembukaan acara menyampaikan salah satu pendapatnya bahwa saat ini gerakan perempuan masih berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya gerakan perempuan harus dapat bersinergi dengan gerakan lain, seperti HAM dan pro-demokrasi. Berbicara mengenai gerakan perempuan sebenarnya sama dengan berbicara mengenai keadilan bagi manusia, baik perempuan maupun laki-laki. lanjut >>
Kategori:
|
-----------------------------------------------------------
|
Friday, 15 April 2011
Arifinto dan Kegagalan Undang-Undang Pornografi
Jurnalis: Usep Hasan Sadikin
Kamis (14/4), Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) bersama sejumlah aktivis dan akademisi perempuan Indonesia mengadakan jumpa pers di Kantor YJP, Jakarta. Jumpa pers ini untuk menyatakan bahwa penyikapan kasus anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Drs. H. Arifinto, yang membuka konten porno di ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belumlah cukup. lanjut >>
Kategori:
|
-----------------------------------------------------------
|
Tuesday, 22 March 2011
Menagih Komitmen Laki-Laki
Jurnalis: Usep Hasan Sadikin
Bisakah laki-laki yang telah lama dibentuk dan berkuasa di budaya patriarki dirubah dan dilibatkan dalam mencapai kehidupan setara bersama perempuan? Bagaimana aktivis perempuan menilai keterlibatan laki-laki baru dalam gerakan feminisme? Pertanyaan tersebut coba dijawab melalui sesi kedua Konsultasi Nasional Aliansi Laki-Laki Baru, Kamis (18/3) di Jakarta, dengan menggelar talkshow berjudul "Kritik dan Perdebatan Keterlibatan Laki-Laki dalam Gerakan Perempuan". Myra Diarsi (dari Women Research Institute), Debra Yatim (Komunikasi untuk Seni, KOMSENI) dan Gadis Arivia (Yayasan Jurnal Perempuan) hadir sebagai pembicara. lanjut >>
Kategori:
Pemberdayaan •
|
-----------------------------------------------------------
|
Monday, 21 March 2011
Laki-Laki Baru sebagai Sub-Folder Feminisme
Jurnalis: Usep Hasan S.
Perwakilan Aliansi Laki-Laki Baru (ALLB), Nur Hasyim menjelaskan bahwa laki-laki tumbuh melalui konstruksi masyarakat. Ia dibentuk oleh budaya kelaki-lakian (patriarki). Ada kesadaran bahwa patriarki tidak melulu negatif terhadap perempuan, tapi juga terhadap laki-laki. Suka melakukan tindak kekerasan, mengalami tekanan tanggung jawab untuk menikah (heteroseksual), punya anak, memimpin, bekerja mapan, merupakan sifat dan pengalaman yang dimiliki oleh banyak laki-laki. “Ada opresi patriarki selama ini,” ujar aktivis isu perempuan di LSM Rifka Annisa ini. lanjut >>
Kategori:
Pemberdayaan •
|
-----------------------------------------------------------
|
Saturday, 29 January 2011
Aborsi Aman sebagai Hak Perempuan
Jurnalis: Usep Hasan S.
Setiap tahun 42 juta (22%) perempuan melakukan aborsi. 19 juta-nya dilakukan secara ilegal. Dan 68 ribu perempuan di setiap tahun meninggal akibat komplikasi aborsi tidak aman. Fakta dunia ini dikemukakan oleh Women on Web (WOW) dalam diskusi “The live-saving potential of Misoprostol in Indonesia”, Senin (24/1) di kantor Yayasan Jurnal Perempuan, Jakarta. lanjut >>
Kategori:
Seksualitas •
Kesehatan Reproduksi •
|
-----------------------------------------------------------
|
Tuesday, 18 January 2011
Mencari Remaja Perempuan dalam Subkultur
Jurnalis: Maulida Raviola (Kontributor Majalah Change)
Posisi perempuan yang terbatasi oleh seperangkat nilai dan norma dalam masyarakat belum memungkinkan perempuan untuk menjadi pihak yang aktif dalam melakukan perlawanan terhadap kebudayaan dominan. Meski demikian, adanya ruang-ruang alternatif seperti media komunitas memungkinkan perempuan muda saat ini untuk membentuk pemaknaan baru terhadap identitas diri mereka yang ‘bertanding’dengan derasnya pengaruh media massa dominan. lanjut >>
Kategori:
Remaja •
|
-----------------------------------------------------------
|
| |
| |
| Ikuti diskusi-diskusi kami di mailing list Jurnal Perempuan. Kirimkan email kosong dengan ke subscribe-jurnalperempuan@yahoogroups.com. |
|
| |
 |
| |
| Kumpulan foto-foto berita dan liputan umum, esai foto dan kegiatan serta agenda Jurnal Perempuan |
| |
|
| |
| Selengkapnya >> |
| |
|
|
|
 |
Thursday, 05 May 2011
Perempuan dalam Perda Syariat
|
| |
|
|
Oleh :
Usep Hasan S. |
|
|
Salah seorang pahlawan Aceh, Cut Nyak Dien, mengenakan selendang, bukan jilbab, dan dia mengenakan celana, walaupun ada Syariat Islam di Aceh pada saat itu. Mengapa kita tak boleh lagi menggunakan selendang. Seakan-akan mereka ingin menjadikan kita seperti orang Arab. Itu bukan adat kebiasaan kita, itu bukan budaya kita, dan itu tidak cocok dengan kondisi di Aceh. Saya mungkin akan mengenakan jilbab, tetapi bukan karena saya dipaksa oleh WH, tetapi karena saya memang menginginkannya. lanjut >> |
Thursday, 21 April 2011
Siapakah KARTINI?
|
| |
|
|
Oleh :
Mariana Amiruddin
Direktur Eksekutif YJP |
|
|
Dia adalah perempuan yang dari surat-suratnya kita kenal pemikirannya tentang pembebasan, pencerahan dan kesetaraan. Dia adalah perempuan yang mendapatkan kebebasannya dari membaca buku. Dia adalah perempuan yang mengekspresikan kebebasannya melalui surat-surat, melalui tulisan. Pilihan memilih perjuangan melalui pendidikan bagi Kartini sangat memungkinkan perempuan dan bangsanya mengubah keadaan yang penuh penindasan.
lanjut >> |
| |
 |
Wednesday, 13 April 2011
Kebahagiaan Masokis pada Perempuan Muda dan Anak Perempuan di Media
|
| |
 |
|
Oleh :
Ikhaputri Widiantini
|
|
|
Kebahagiaan Masokis pada Perempuan Muda dan Anak Perempuan di Media
"Bagaimana kita mengidentifikasi perempuan sebagai dirinya sendiri? Sebagai manusia seutuhnya?” Perempuan sudah menjadi milik sosial sejak dia lahir. Dia tidak bisa mengerti dirinya selain dari pemahaman orang lain. Formasi ini dimulai dari tingkat keluarga, teman, sekolah, dan juga dipengaruhi oleh media. Dalam jaman modern ini, media telah memperluas ruang lingkup mereka ke dalam jaringan sosial melalui internet, dan membuat lebih mudah untuk penyebaran informasi. Implikasi dari teknologi modern ini lebih berpengaruh terhadap perempuan. Stigma pada citra perempuan dibangun sejak kecil untuk menciptakan kesadaran palsu-menerima kebahagiaan masokis. lanjut >> |
|
 |
Friday, 14 January 2011
Perempuan pun adalah Khalifah
|
| |
|
|
Oleh :
USEP HASAN S. |
|
|
Pemaknaan nama Khalifah sebagai pemimpin menjadi bertentangan di tengah masyarakat ekonomi bawah berbudaya patriarkal. Ia mandiri, namun bersedia dijodohkan ayahnya dengan Rasyid (Indra Herlambang). Khalifah berusaha menjadikan tradisi agama sebagai pondasi keluarga yang menempatkan suami sebagai kepala rumah tangga. Ia mematuhi semua keinginan Rasyid, termasuk titah mengenakan cadar. lanjut >> |
| |
 |
Tuesday, 30 November 2010
Ketika Keperawanan Menyalahkan Perempuan
|
| |
|
|
Oleh :
Kiki Febriyanti |
|
|
Di daerah tempat saya tinggal di Jawa Timur, sudah banyak perempuan menempuh pendidikan tinggi tetapi tidak sedikit pula yang masih dihalangi oleh anggapan bahwa anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi. Jika ada anak perempuan kemudian melanjutkan sekolah ke luar kota dan tidak lagi tinggal bersama orang tua, dengan mudah mereka dituduh sebagai anak perempuan yang liar, dan tidak bisa menjaga keperawanannya. Beberapa teman perempuan saya bahkan ada yang dilarang oleh orang tuanya keluar malam hari dan harus pulang ke rumah sebelum maghrib, sekalipun untuk kegiatan kuliah dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal. lanjut >> |
| |
 |
Monday, 21 February 2011
SHADIA MARHABAN: Keinginan Aceh untuk Merdeka tidak akan Hilang
|
| |
|
|
Oleh :
Usep Hasan S. |
|
|
Aceh, setidaknya, dalam satu dekade terakhir merupakan daerah yang menjadi sorotan nasional dan internasional. Belakangan, daerah yang kini bernama Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ini banyak diperbincangkan terkait penerapan syariat Islam. Pada peraturan daerah bernama Qanun Syariat Islam (QSI), perempuan Aceh diharuskan berjilbab jika beraktivitas di ruang publik. Dalam peraturan itu pun terdapat hukum cambuk untuk tindak pidana tertentu, salah satunya berkhalwat—berduaan dengan yang bukan muhrim. lanjut >> |
| |
|
|
| |
Under Construction
sebentar lagi anda dapat membeli produk-produk Jurnal Perempuan secara online, yang terdiri dari:
> Buku
------------------------------
> Jurnal
------------------------------
> Radio
------------------------------
> Video
|
|
| |
 |
|
|
|
| |
RJP Edisi Januari 2011
RJP 570
Perlindungan terhadap Buruh Migran
RJP 571
Yang Tersisa dari Lumpur Lapindo
RJP 572
Hak Pekerjaan Perempuan Difabel
RJP 573
Perempuan yang Hidup di Pinggiran kali Jagir
Dengarkan Online Disini!
|
|
| |
|
|
|
| |
 |
|
|
| |
|
|